Lagi, ku tulis sajak tentang dirimu
walau habis takkan terhenti
tangan ini melukis
Menggores secuil karunia Illahi Rabbi
tak semudah menahan beban dalam
titian ..
Senja menjelang, dalam tenang dan diam
namun mampu telanjangi sebuah
ukiran hati nan dalam ..
Pesona dalam balutan hitam
tersungkur mati, kaku terbujur
oleh yang coba di tutupinya ..
buat gelora intuisi hati
tak tenang terkubung gejolak lautan ..
Ooh .. senja nan rupawan
aku takut sinarmu hilang
karena disini, di tempat aku berdiri ..
Cahaya indah siluet wajah
tak terpungkiri ..
walau setitik nada ingin tetap
kujaga ..
Irama rindu dalam "Intuisi Senja Hati .."
*terpukau dan terkagum "hitamnya" berpadu "coklat muda"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar