Coretan ini mungkin sebuah takdir
penghias indahnya mimpi harapan
melambung, tinggi..
tak peduli..
muara keengganan raga
Sebuah contoh lukisan alam
yang terkelupas lalu mati
keindahan didalamnya bisu, pucat
bermain khayal diatasnya pun
percuma
membosankan..
Masihkah engkau menulis?
melukis lagi mungkin??
gerimis aliran kini menemani
pucat mentari maret,,
Seakan kunci-kunci Malik berpose
gemerincingnya menindas
tertutup bagiku padamu, never..
Kumpulan antologi tumpuk usang
pertanyaan semi teori..
Aku apa? atau aku siapa?
Aku ada untuk apa? atau untuk siapa?
Bagaimana?
Lalu?
, , , ?
Langit menghitam
hanya mendung yang berempati
"menarilah syazwani,,
tanpa rotasiku padamu"
Aku menjelma. . .
( 20 Maret / 23.33 )
penghias indahnya mimpi harapan
melambung, tinggi..
tak peduli..
muara keengganan raga
Sebuah contoh lukisan alam
yang terkelupas lalu mati
keindahan didalamnya bisu, pucat
bermain khayal diatasnya pun
percuma
membosankan..
Masihkah engkau menulis?
melukis lagi mungkin??
gerimis aliran kini menemani
pucat mentari maret,,
Seakan kunci-kunci Malik berpose
gemerincingnya menindas
tertutup bagiku padamu, never..
Kumpulan antologi tumpuk usang
pertanyaan semi teori..
Aku apa? atau aku siapa?
Aku ada untuk apa? atau untuk siapa?
Bagaimana?
Lalu?
, , , ?
Langit menghitam
hanya mendung yang berempati
"menarilah syazwani,,
tanpa rotasiku padamu"
Aku menjelma. . .
![]() |
| Add caption |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar