Senin, 09 April 2012

"Ironi penantian"

 berdiri ku menanti, keajaiban
yang kau beri..
aroma keindahan semerbak, menyuruk
dalam dada, sesak...
tapi ku terlena, tanpa daya dirundung
bahagia...

tersesat ku di kidung kelana, indah
memesona terpatri mati dalam dada...
entah..
senyum ini takkan berhenti terukir
mungkin.. andai sang waktu
tak melingkar, berputar...

layaknya janji nan di ingkari..
kau pergi tinggalkan caci maki
namun aku sadar..
anganku hanya mimpi yang
berputar-putar..

aku terbaring, lemah, tak bertenaga..
inikah sakit itu??
yang terselimut buncahan rindu
nan kelu...
aku terjatuh, rapuh, terkoyak
lusuh...
jalan kumuh nan rusuh ini masih
harus ku tempuh..
dalam ironi panjang penantian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut